Aki panas dan bau telur busuk: tanda overcharging dan cara mengeceknya
Ditulis oleh Tim Redaksi Solusyen
Ditinjau oleh Tim Redaksi Solusyen (Redaksi)
Terbit · Diperbarui
Jawaban singkat
Aki yang panas dan berbau telur busuk biasanya diisi berlebihan oleh sistem pengisian, dan penyebab yang paling umum adalah regulator tegangan yang rusak di dalam alternator. Ukur tegangan pengisian dengan multimeter; lampu aki dan kode P2504 sering ikut muncul. Jangan meneruskan perjalanan bila baunya kuat, aki terasa panas atau menggembung, atau lampu aki menyala.
Bau telur busuk di parkiran
Setelah perjalanan jauh, Anda membuka kap mesin untuk mengecek air radiator. Yang tercium justru bau tajam seperti telur busuk, dan saat tangan mendekati aki, permukaannya terasa hangat, jauh lebih hangat dari biasanya. Beberapa hari terakhir lampu kabin juga terasa lebih terang dan kadang berkedip.
Kombinasi gejala ini mengarah ke satu kemungkinan yang sering terlewat: aki yang diisi berlebihan oleh sistem pengisian mobil. Masalah ini tidak hanya merusak aki, tetapi juga bisa merusak komponen elektronik lain. Mari pahami apa yang terjadi dan bagaimana memastikannya dengan alat sederhana.
Dari mana bau telur busuk itu berasal
Bau itu adalah gas hidrogen sulfida. Gas ini muncul ketika aki diisi berlebihan atau mengalami kerusakan di dalam. Arus berlebih membuat cairan elektrolit terlalu panas dan menguap.
Overcharging bukan satu-satunya penyebab. Aki yang mengalami korsleting di dalam juga bisa terasa panas. Karena itu yang perlu dipastikan adalah apakah masalahnya di aki atau di sistem pengisian.
Tanda-tanda sistem pengisian bekerja berlebihan
- Lampu terlalu terang atau berkedip. Lampu utama dan lampu dasbor bisa lebih terang dari biasanya lalu kembali normal, sehingga tampak berkedip.
- Lampu peringatan. Lampu aki sering menyala, dan lampu check engine bisa ikut menyala dengan kode P2504, Charging System Voltage High.
- Bohlam cepat putus. Bohlam habis jauh sebelum umur pakainya.
- Badan aki menggembung. Panas berlebih bisa membuat kotak aki menggembung. Aki yang menggembung tidak boleh dipakai lagi.
- Elektronik berperilaku aneh. Audio bermasalah, jarum indikator melonjak-lonjak, atau pemanas jok terlalu panas pada mobil yang memilikinya.
- Bau telur busuk dan aki panas setelah berkendara.
Penyebab yang paling sering: regulator tegangan
Alternator menghasilkan listrik saat mesin berputar, dan regulator tegangan membatasi tegangannya agar aki tidak kebanjiran arus. Regulator yang rusak adalah penyebab overcharging yang paling umum. Pada kebanyakan mobil regulator berada di dalam alternator, sehingga perbaikannya biasanya berupa penggantian alternator, bukan regulatornya saja.
Bagaimana dengan kabel massa yang buruk? Kabel massa yang buruk umumnya justru membuat pengisian kurang, bukan berlebih. Jadi bila tegangan terukur terlalu tinggi, perhatian utama tetap ke regulator dan alternator. Kode P2504 pun tidak otomatis berarti alternator harus diganti: menurut Mechanic Base, kode ini juga bisa berasal dari regulator tegangan, korosi pada aki, atau korsleting listrik. Karena itu ukur tegangan dan periksa sambungan lebih dulu sebelum membeli komponen.
Cara mengecek tegangan pengisian dengan multimeter
Multimeter digital yang murah sudah cukup untuk pemeriksaan ini. Lakukan dengan hati-hati, jauhkan tangan dari kipas dan sabuk saat mesin hidup, dan jangan menyentuh cairan aki dengan kulit karena sangat korosif.
- Setel multimeter untuk mengukur tegangan DC pada rentang 20.
- Tempelkan probe merah ke terminal positif aki dan probe hitam ke terminal negatif.
- Ukur dengan mesin mati. Aki sehat terbaca sekitar 12,4 V sampai 12,7 V.
- Hidupkan mesin dan ukur lagi. Sistem pengisian yang normal biasanya menghasilkan sekitar 13,5 V sampai 14,8 V; sebagian sumber memakai batas atas yang lebih ketat, yaitu 14,5.
- Nyalakan beban listrik seperti lampu jauh, audio dan lampu hazard, lalu ukur sekali lagi. Tegangan seharusnya tetap di atas tegangan aki saat mesin mati.
Cara membaca hasilnya: tegangan di atas batas atas itu dengan mesin hidup (sekitar 14,7 sampai 14,8 V, tergantung sumber) menandakan overcharging; di bawah 13,5 V menandakan alternator tidak memasok cukup daya. Bila hasil Anda berada di sekitar batas atas sementara aki panas dan berbau, minta teknisi memeriksa aki dan alternator sekaligus.
Apa yang terjadi di dalam aki saat diisi berlebihan
Energi pengisian yang berlebih tidak hilang begitu saja. Pada aki asam timbal, kelebihan itu dipakai untuk memecah air di dalam elektrolit menjadi gas hidrogen dan oksigen. Proses ini disebut gassing. Gas keluar lewat ventilasi, air berkurang, dan elektrolit yang tersisa menjadi makin pekat.
Akibatnya berbeda menurut jenis aki:
- Aki basah (flooded) masih bisa diisi ulang dengan air bersih untuk mengembalikan keseimbangan. Yang ditambahkan adalah air, bukan air aki berasam, karena menambah elektrolit justru mengganggu berat jenis dan mempercepat korosi.
- Aki tertutup (sealed/VRLA) lebih rentan. Kehilangan elektrolit akibat overcharging adalah masalah yang berulang pada aki jenis ini, dan upaya menambah air hanya berhasil terbatas. Bagi aki tertutup, mencegah pengisian berlebih jauh lebih penting daripada memperbaikinya; Battery University menyebut pengaturan tegangan pengisian yang tepat dan suhu kerja yang moderat sebagai cara mengurangi kegagalan ini.
Pengisian berlebih yang berlangsung lama juga mempercepat korosi pada kisi-kisi pelat di dalam aki, terutama pada aki tertutup. Sebagai gambaran, Battery University mencatat bahwa aki starter yang terus ditahan di 14,40 V selama berkendara pun bisa mengalami pengisian berlebih, sementara tegangan float yang dianjurkan untuk aki asam timbal adalah 13,60 V. Inilah sebabnya pengisian yang sedikit terlalu tinggi tetapi berlangsung setiap hari tetap memperpendek umur aki.
Bila tegangan normal tetapi aki tetap panas
Ada kalanya hasil multimeter berada di kisaran normal, tetapi aki tetap terasa hangat dan cepat lemah. Salah satu penyebabnya adalah korsleting lunak (soft short) di dalam aki: endapan timbal yang rontok dari pelat atau kristal yang tumbuh di tepi pelat lama-lama menjembatani pelat. Aki seperti ini terlihat normal tepat setelah diisi, tetapi setelah didiamkan 6 sampai 12 jam tegangannya lebih rendah dari aki sehat. Panas yang terasa di badan aki saat pengisian juga bisa menjadi tanda korsleting lunak.
Tanda lain yang mudah dilihat adalah bubuk putih di terminal. Itu oksidasi, dan bila dibiarkan dapat memutus sambungan listrik. Bersihkan dengan hati-hati, atau minta montir membersihkannya, karena residunya bersifat korosif.
Pilihan perbaikan
Bila regulator terbukti rusak, alternator biasanya diganti atau diperbaiki di bagian regulatornya. Sebelum mengganti alternator, kabel negatif aki dilepas lebih dulu.
Jangan lupa memeriksa akinya. Aki yang sudah lama diisi berlebihan sering ikut rusak, sehingga ada kasus di mana alternator dan aki sama-sama perlu diganti. Memasang aki baru pada sistem pengisian yang masih bermasalah hanya akan merusak aki baru itu.
Bila tegangan pengisian ternyata normal tetapi aki tetap panas dan berbau, sumbernya kemungkinan aki itu sendiri, misalnya korsleting di dalam, dan aki perlu diuji lalu diganti bila memang rusak.
Kapan harus berhenti dan memanggil montir
Jangan meneruskan perjalanan bila bau telur busuknya kuat, aki terasa panas atau tampak menggembung, atau lampu aki menyala. Mengemudi saat alternator mengisi berlebihan dapat membuat elektrolit mendidih keluar dan merusak komponen elektronik yang sensitif. Jangan menyentuh aki yang panas atau berasap, dan buka kap perlahan. Dalam kondisi ini, memanggil montir untuk memeriksa aki dan alternator di lokasi lebih aman daripada memaksakan mobil ke bengkel.
Pertanyaan umum
- Kenapa aki mobil bau seperti telur busuk?
- Bau itu berasal dari gas hidrogen sulfida yang keluar saat elektrolit aki terlalu panas, biasanya karena aki diisi berlebihan atau mengalami kerusakan di dalam.
- Berapa tegangan pengisian aki yang normal?
- Dengan mesin mati, aki sehat sekitar 12,4 V sampai 12,7 V. Dengan mesin hidup, sistem pengisian normal umumnya 13,5 V sampai 14,8 V, dan sebagian sumber memakai batas atas 14,5. Tegangan di atas sekitar 14,7 sampai 14,8 V menandakan overcharging.
- Apakah aki yang menggembung masih bisa dipakai?
- Tidak. Badan aki yang menggembung menandakan kerusakan akibat panas, dan aki seperti itu tidak boleh dipakai lagi.
- Kalau aki diganti baru, apakah masalahnya selesai?
- Belum tentu. Bila penyebabnya regulator tegangan atau alternator, aki baru akan ikut rusak. Pastikan tegangan pengisian diperiksa sebelum dan sesudah aki diganti.
- Bolehkah saya menambah air ke aki yang sering kering?
- Pada aki basah, yang ditambahkan adalah air bersih, bukan air aki berasam, karena menambah elektrolit mengganggu berat jenis dan mempercepat korosi. Pada aki tertutup (sealed), menambah air hanya berhasil terbatas. Aki yang cepat kering juga patut dicurigai diisi berlebihan.
- Apa arti kode P2504?
- P2504 berarti Charging System Voltage High, yaitu tegangan sistem pengisian terlalu tinggi. Kode ini bisa menyalakan lampu check engine bersama lampu aki pada mobil yang alternatornya mengisi berlebihan.
Sumber
- Overcharging Alternator: Symptoms, Causes & How to Fix it - Mechanic Base
- Can a Bad Voltage Regulator Kill Your Battery? - Voltage Basics
- Dashboard Warning Lights Explained: Stop or Keep Going? - BlueDriver
- Masalah: Bau Gosong Dari Kap Mesin Mobil - Mekaniku
- BU-803c: Loss of Electrolyte - Battery University
- BU-804a: Corrosion, Shedding and Internal Short - Battery University