Pompa air tidak menyala atau hidup terus: pressure switch, foot valve, dan kebocoran
Ditulis oleh Tim Redaksi Solusyen
Ditinjau oleh Tim Redaksi Solusyen (Redaksi)
Terbit · Diperbarui
Jawaban singkat
Pompa air yang tidak menyala sering disebabkan pelindung panas motor yang aktif, tegangan listrik terlalu rendah, atau kabel dan stop kontak yang bermasalah. Pompa yang hidup terus atau hidup-mati sendiri biasanya kehilangan tekanan karena pipa bocor, foot valve yang macet, air pancingan kurang, atau otomatis yang rusak. Periksa kebocoran dan pancingan dengan listrik dimatikan; motor, kapasitor, dan otomatis diserahkan ke teknisi.
Listrik dan air di satu tempat
- Matikan MCB dan cabut steker sebelum memeriksa apa pun.
- Pastikan tangan dan lantai kering.
- Tutup kran utama sebelum membuka sambungan air.
- Jauhkan air dari stop kontak dan steker.
- Kapasitor tetap menyimpan muatan listrik setelah steker dicabut; bagian ini tidak dibongkar di rumah.
Pompa sering dipasang di dekat sumur atau tandon yang lantainya basah. Badan motor juga bisa panas setelah lama bekerja; tunggu dingin sebelum menyentuhnya.
Bagaimana pompa otomatis bekerja?
Pompa air rumah tangga dengan tipe otomatis dilengkapi saklar tekanan, yang dalam manual Sanei disebut otomatis atau pressure switch, dan tangki angin atau air. Saat kran dibuka, tekanan di pipa turun, saklar menyambungkan listrik, dan motor berputar. Saat semua kran ditutup dan tekanan naik kembali, saklar memutus listrik dan pompa berhenti. Manual Sanei menyebut tangki pada pompa otomatis sudah diset oleh pabrik sehingga tidak perlu diisi udara atau air lagi.
Di sisi hisap, ujung pipa di dalam sumur dipasangi foot valve, yang di manual Sanei juga disebut thusen klep. Katup ini menahan air agar tidak turun kembali ke sumur saat pompa berhenti, sehingga rumah pompa dan pipa hisap tetap penuh air. Pada pompa sumur dalam, manual Sanei meminta foot valve dipasang di bawah ejector, dan ejector berada di dalam air.
Dengan gambaran ini, tiga gejala besar lebih mudah dibaca. Pompa tidak menyala berarti listrik tidak sampai atau motor dilindungi. Pompa hidup terus berarti tekanan tidak pernah tercapai. Pompa hidup-mati sendiri berarti tekanan terus hilang walaupun tidak ada kran yang dibuka.
Tiga gejala dan penyebabnya
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Yang bisa dicek sendiri |
|---|---|---|
| Tidak menyala sama sekali. | Pelindung panas aktif, tegangan rendah, kabel putus, motor macet. | Tunggu motor dingin, cek steker dan MCB, catat tegangan. |
| Menyala tetapi air tidak keluar atau kecil. | Air pancingan kurang, pipa hisap bocor, air sumur turun, foot valve rusak. | Ulangi pancingan, periksa sambungan pipa hisap. |
| Hidup terus walau semua kran tertutup. | Kebocoran di pipa dorong, tekanan tidak tercapai, otomatis rusak. | Cari kran, kloset, atau pipa yang bocor. |
| Hidup dan mati sendiri terus-menerus. | Foot valve tersangkut, pipa hisap bocor, tangki tanpa angin, pressure switch rusak. | Periksa kebocoran, catat polanya. |
Bila pompa tidak menyala sama sekali
- Periksa listrik dari luar. Pastikan MCB tidak turun dan steker terpasang. Kabel suplai yang putus atau rusak, menurut manual Shimizu PS-128 BIT, hanya boleh diganti oleh pabrik, pusat servis, atau orang yang berkualifikasi.
- Beri waktu motor mendingin. Pompa punya pelindung panas yang menghentikan motor bila terlalu panas. Manual Shimizu meminta pemakai menunggu sampai suhunya turun, sekitar 20 sampai 30 menit, sebelum mencoba lagi.
- Perhatikan tegangan. Manual Shimizu menyebut tegangan yang diizinkan adalah plus minus 10% dari tegangan di spesifikasi, dan untuk tegangan yang terlalu rendah, pemakai diminta menanyakan pada PLN. Lampu yang redup saat pompa mencoba menyala adalah petunjuk yang patut dicatat.
- Setelah lama tidak dipakai. Debu dan kotoran air dapat mengeras di kepala pompa sehingga motor tidak dapat berputar. Manual Shimizu menjelaskan langkahnya: matikan sumber arus, lalu putar as motor beberapa kali dengan obeng atau benda sejenis, kemudian pompa dapat dioperasikan seperti biasa.
- Bila tetap diam. Motor yang berdengung tanpa berputar, berbau hangus, atau membuat MCB turun adalah urusan teknisi. Jangan mencoba menyalakannya berulang-ulang.
Bila pompa hidup terus atau hidup-mati sendiri
Mulailah dari kebocoran, karena itu penyebab yang paling sering dan paling aman dicek. Manual Sanei menyebut kebocoran pada pipa dorong sebagai penyebab pertama pompa jalan terus walaupun semua kran sudah ditutup. Kebocoran kecil yang tidak terlihat pun cukup: kran yang menetes, pelampung tandon atau tangki kloset yang terus mengalirkan air, atau sambungan pipa di halaman yang basah terus.
- Tutup semua kran di rumah, lalu dengarkan. Bila pompa tetap menyala lama atau menyala sebentar-sebentar tanpa ada yang memakai air, ada air yang keluar di suatu tempat.
- Periksa tangki kloset, kran taman, dan pelampung tandon atas. Matikan satu per satu jalur yang bisa ditutup untuk mempersempit tempat bocornya.
- Periksa sambungan pipa hisap dari sumur ke pompa. Manual Sanei menegaskan sambungan pipa hisap harus betul-betul rapat, karena kebocoran di sana mengganggu pengisapan atau membuat pompa tidak dapat menghisap sama sekali.
- Bila pompa hidup dan mati terus-menerus, manual Sanei menyebut beberapa kemungkinan. Klep pipa hisap bisa tersangkut benda atau rusak, atau pipa hisap bocor. Bisa juga tidak ada angin sama sekali di dalam tangki, pressure switch rusak, atau sumber tenaga terlalu rendah.
Pada musim kemarau, permukaan air sumur bisa turun. Manual Shimizu meminta kedalaman permukaan air diperiksa bila motor beroperasi tetapi air tidak terpompa, dan meminta penurunan permukaan air di musim kemarau dipertimbangkan sejak pemasangan.
Air pancingan: kapan dan bagaimana
Pompa permukaan perlu rumah pompa dan pipa hisap terisi penuh air agar bisa menghisap. Manual Shimizu menjelaskan langkahnya: buka penutup lubang pancingan pada pompa, tuangkan air sampai rumah pompa terisi penuh, pasang kembali penutupnya, dan tutup semua kran. Hidupkan pompa, tunggu sampai pompa menghisap air, lalu buka kran secukupnya. Bila air tidak keluar, kemungkinan air pancingan kurang dan tahap pancingan perlu diulang.
Manual Sanei menambahkan bahwa pemancingan hanya diperlukan sekali. Pemancingan berikutnya dilakukan bila pipa hisap dilepas, atau ada kebocoran pada sambungan atau klep sehingga rumah pompa kekurangan air. Jadi pompa yang terus-menerus harus dipancing ulang adalah tanda ada yang bocor atau foot valve yang tidak menutup, bukan kebiasaan yang wajar.
Satu larangan berlaku di kedua manual: jangan menjalankan pompa dalam keadaan kering. Manual Sanei menyebut hal itu dapat mengakibatkan motor listrik pompa terbakar. Manual Shimizu juga meminta pompa tidak dioperasikan pada suhu lebih dari 40°C dan dijauhkan dari sinar matahari langsung dan hujan, serta didudukkan pada pondasi semen atau beton setinggi sekitar 10 cm.
Kapan memanggil teknisi
Hubungi pusat servis resmi merek pompa atau teknisi pompa bila:
- motor berdengung tanpa berputar, berbau hangus, terlalu panas walaupun air mengalir, atau membuat MCB turun;
- pompa tetap hidup terus atau hidup-mati sendiri setelah tidak ditemukan kebocoran di rumah;
- air pancingan terus hilang, yang biasanya berarti foot valve atau pipa hisap di dalam sumur bermasalah;
- ada rembesan air dari badan pompa di sekitar poros motor;
- kabel suplai rusak atau sambungan kabel ke motor perlu dibuka.
Mengganti kapasitor, mengganti mechanical seal, memperbaiki motor, serta menyetel atau mengganti pressure switch dikerjakan teknisi: rumah saklar dan terminal motor berisi sambungan listrik bertegangan, dan kapasitor menyimpan muatan setelah steker dicabut. Bila pipa harus dipotong atau disambung ulang, atau foot valve di dasar sumur perlu diangkat, pekerjaan ini dikerjakan tukang ledeng atau teknisi pompa. Manual Shimizu juga menyebut produk ini dimaksudkan untuk pengkawatan tetap dan menyarankan kabel suplai dihubungkan ke saklar pemutus arus; pemasangan itu urusan teknisi listrik.
Pertanyaan umum
- Kenapa pompa hidup sebentar setiap beberapa menit di malam hari?
- Itu tanda tekanan di pipa turun walaupun tidak ada yang memakai air, biasanya karena kebocoran kecil di kran, kloset, atau pipa, atau karena foot valve yang tidak menutup rapat. Cari kebocorannya dulu; bila tidak ketemu, panggil teknisi.
- Apakah pompa yang hidup terus bisa rusak?
- Ya. Pompa yang bekerja tanpa henti cepat panas, dan bila airnya tidak mengalir, ia berjalan kering. Manual Sanei memperingatkan bahwa menjalankan pompa dalam keadaan kering secara terus-menerus dapat membuat motornya terbakar. Matikan pompa sampai penyebabnya ditemukan.
- Perlukah pompa air diberi grounding?
- Manual Sanei meminta kawat arde disambungkan sebelum pompa dioperasikan untuk menghindari kecelakaan akibat kejutan listrik, dan melarang kawat arde dihubungkan ke pipa gas. Pemasangannya sebaiknya dikerjakan teknisi listrik.
- Apakah pompa boleh dibungkus kain supaya awet?
- Tidak. Kedua manual melarang membungkus motor atau pompa dengan kain atau selimut karena dapat menyebabkan kebakaran. Lindungi pompa dengan atap atau rumah pompa yang berventilasi.
- Sumur saya berpasir, apakah itu berpengaruh?
- Manual Shimizu menyebut sumur yang banyak mengandung pasir memerlukan saringan pasir agar impeller tidak cepat aus, dan menyarankan saringan air di ujung pipa hisap. Pasir juga bisa membuat foot valve tidak menutup rapat.
- Bolehkah pompa dipasang jauh dari sumur?
- Manual Shimizu menyarankan pompa dipasang sedekat mungkin dengan sumur. Bila harus dipasang jauh karena pertimbangan ruangan, jarak pipa dari sumur ke pompa dibatasi sesuai tinggi hisapnya, seperti tabel di manual. Jarak dan tikungan yang berlebihan membuat pompa sulit menghisap.
Sumber
- Petunjuk Penggunaan Pompa Air Listrik Model PS-128 BIT - Shimizu (PT Bina Karya)
- Buku Petunjuk Pemasangan Pompa Air (semua tipe pompa air Sanei) - Sanei