Skip to main content

Suara berdengung dari bawah mobil: bearing, kopel atau ban?

Ditulis oleh Tim Redaksi Solusyen

Ditinjau oleh Tim Redaksi Solusyen (Redaksi)

Terbit · Diperbarui

Jawaban singkat

Dengung dari bawah mobil yang ikut naik bersama kecepatan paling sering berasal dari bearing roda, ban yang aus tidak rata, atau kopel dan sambungan silangnya. Tiga uji jalan membantu membedakannya: goyangkan setir perlahan, lepas gas dan biarkan mobil meluncur, lalu bandingkan dua permukaan jalan. Hentikan pemakaian mobil bila ada kelonggaran jelas pada poros atau bunyi klonk keras disertai getaran.

Dengung yang ikut naik bersama speedometer

Bayangkan skenario berikut, yang menggambarkan pola umum keluhan ini: awalnya hampir tidak terdengar. Di kecepatan 40 km/jam, ada dengung halus dari bawah lantai yang mirip suara ban di aspal kasar. Beberapa minggu kemudian, di jalan tol, dengung itu berubah menjadi raungan yang menutupi suara radio. Misalnya pemilik mengganti ban, tetapi bunyi tetap ada; satu bengkel menduga bearing, bengkel lain menduga kopel.

Suara berdengung dari bawah mobil memang sulit dilacak dari kursi pengemudi, karena bearing roda, ban, dan poros penggerak sama-sama berputar mengikuti kecepatan mobil. Kabar baiknya, ada beberapa uji jalan sederhana yang bisa mempersempit kemungkinan sebelum mobil dinaikkan ke lift.

Tiga tersangka utama

Bearing roda menopang roda di porosnya. Bearing yang aus menghasilkan dengung atau geraman yang makin keras seiring kecepatan, kadang berubah menjadi bunyi gerinda dari area roda, dan biasanya terasa berasal dari satu sisi.

Ban yang aus tidak rata menghasilkan dengung yang naik bersama kecepatan juga. Telapak yang bergelombang (cupping), aus miring seperti bulu (feathering), rata di satu titik, atau tekanan angin yang kurang adalah penyebab umumnya. Keausan bergelombang sering merupakan akibat dari peredam kejut atau strut yang sudah lemah.

Kopel, yaitu poros penggerak dari transmisi ke gardan pada mobil penggerak roda belakang dan banyak mobil 4x4, punya sambungan silang (cross joint atau U-joint) dan pada poros dua bagian juga bantalan tengah (center bearing). Sambungan silang yang aus lebih sering berbunyi klonk dan berdecit daripada berdengung, sedangkan bantalan tengah yang aus bisa menghasilkan dengung, raungan rendah, atau geraman yang berubah mengikuti kecepatan.

Uji jalan 1: goyangkan setir perlahan

Di jalan yang sepi dan lurus, pada kecepatan tetap tempat dengungnya jelas terdengar, gerakkan setir sedikit ke kiri lalu ke kanan, cukup untuk memindahkan beban mobil ke satu sisi, bukan untuk berbelok tajam.

  • Bila bunyi makin keras ke satu arah dan mereda ke arah lain, hampir pasti itu bearing roda. Bearing yang aus mengeluh saat menerima beban lebih.
  • Bila bunyi sama sekali tidak berubah, ban yang aus tidak rata lebih mungkin menjadi penyebabnya.

Uji ini menunjukkan jenis masalahnya. Sisi mana yang bermasalah sebaiknya dipastikan dengan pemeriksaan roda terangkat di bengkel, bukan hanya dari telinga.

Uji jalan 2: lepas gas dan meluncur

Capai kecepatan tempat bunyi terdengar jelas, lalu angkat kaki dari pedal gas dan biarkan mobil meluncur.

  • Bila dengung tetap sama, bunyinya terkait kecepatan roda: bearing atau ban.
  • Bila dengung langsung hilang saat meluncur, bunyinya terkait beban penggerak: gardan atau sistem penggerak.

Bunyi yang lebih keras saat akselerasi dibanding saat melaju stabil juga mengarah ke gardan atau poros penggerak. Pada mobil matic, memindahkan tuas ke N sebentar di kecepatan tersebut dan mendapati bunyinya tidak berubah saat putaran mesin turun menandakan sumbernya bukan mesin atau transmisi. Lakukan ini hanya di jalan yang aman dan kosong.

Uji jalan 3: ganti permukaan jalan

Dengung ban mengikuti permukaan jalan: lebih keras di aspal kasar, lebih tenang di aspal halus, tetapi tidak peduli ke mana setir diarahkan. Dengung bearing kurang lebih sama di permukaan apa pun. Bila bunyi hampir tidak berubah di dua permukaan berbeda, bearing roda, rem yang menyeret, sistem penggerak, atau resonansi knalpot lebih mungkin daripada ban.

Petunjuk tambahan: bila Anda merotasi ban depan ke belakang dan dengungnya ikut pindah, sumbernya ban. Bunyi bearing tetap berada di sudut mobil yang sama, di mana pun ban dipasang.

Tanda khas kopel dan sambungan silang

  • Bunyi klonk saat memindahkan tuas dari D ke R atau sebaliknya, atau saat mulai menginjak gas dari berhenti dan saat melepasnya.
  • Decitan di kecepatan rendah yang nadanya naik seiring kecepatan, tanda sambungan silang kering kurang pelumas.
  • Getaran yang terasa di lantai atau konsol tengah, sering di kecepatan menengah, atau getaran saat mulai berjalan dari berhenti bila bantalan tengahnya rusak.

Penyebab keausan sambungan silang umumnya pelumasan yang kurang, keausan normal yang dipercepat oleh beban berat atau medan berat, baut yang kendur, posisi poros yang berubah setelah modifikasi suspensi atau ukuran ban, dan poros yang penyok. Pada bantalan tengah, karet dudukannya lebih sering rusak daripada bantalannya sendiri: karet mengeras, retak, lalu robek sehingga poros berayun dan memukul rumahnya.

Yang bisa Anda periksa tanpa alat khusus

  1. Raba telapak ban saat mobil diam: cari gelombang, tepi yang miring seperti gigi gergaji, atau titik yang rata.
  2. Periksa tekanan angin keempat ban.
  3. Perhatikan setir: getaran di setir pada kecepatan tertentu lebih sering terkait keseimbangan roda atau ban.
  4. Perhatikan gejala pendamping bearing: setir terasa longgar atau mengambang, mobil menarik ke satu sisi, atau ada jarak main saat roda digoyang.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan mobil terangkat: setiap roda diputar dan dibandingkan bunyi serta hambatannya kiri dan kanan, dan poros penggerak digoyang di dekat sambungan silang untuk mencari jarak main atau bunyi klonk.

Sumber dengung lain yang sering tertukar

Tidak semua dengung dari bawah mobil berasal dari tiga tersangka utama. Beberapa sumber lain sering tertukar:

  • Gardan (differential). Gardan yang bermasalah sering mengeluarkan bunyi merengek, meraung atau menggeram yang nadanya berubah mengikuti kecepatan. Petunjuknya: bunyi lebih keras saat akselerasi dan hilang saat meluncur.
  • Rem yang menyeret. Kampas yang tidak sepenuhnya lepas dari piringan dapat menimbulkan dengung atau gesekan, dan biasanya membuat satu roda jauh lebih panas.
  • Resonansi knalpot. Knalpot juga dapat beresonansi dan terdengar seperti dengung, sehingga ikut diperiksa bila bearing dan ban sudah dinyatakan sehat.
  • Keseimbangan roda. Getaran pada satu rentang kecepatan, terutama yang terasa di setir, lebih sering berasal dari roda yang tidak seimbang daripada dari bearing.

Apa yang dikerjakan bengkel

Bengkel biasanya mengulang uji jalan Anda, lalu mengangkat mobil. Setiap roda diputar dengan tangan untuk mendengar dan merasakan kekasaran bearing, lalu dibandingkan dengan sisi sebelahnya. Roda juga digoyang untuk mencari jarak main. Telapak ban diperiksa dari pola aus, dan bila keausannya bergelombang, peredam kejut serta komponen kaki-kaki seperti ball joint dan tie rod ikut diperiksa, karena keausan ban sering merupakan gejala dari masalah suspensi.

Pada mobil berpenggerak belakang atau 4x4, poros penggerak digoyang di dekat setiap sambungan silang untuk mencari kelonggaran, dan tutup bantalannya diperiksa dari jejak karat yang menandakan pelumas sudah habis. Pada poros dua bagian, bantalan tengah diperiksa bersama setiap sambungan silang agar tidak salah ganti komponen.

Kapan bunyi ini berbahaya

Bearing roda yang dibiarkan terus memburuk dan dapat membuat kendali mobil tidak aman; bearing yang aus juga mempercepat keausan ban, dan sebaliknya. Sambungan silang yang punya jarak main atau berbunyi klonk perlu segera diganti. Hentikan pemakaian mobil bila Anda menemukan kelonggaran yang jelas pada poros, tutup bantalan yang bergerak, atau bunyi klonk keras disertai getaran. Untuk dengung yang masih halus, jadwalkan pemeriksaan dalam waktu dekat dan hindari kecepatan tinggi sampai sumbernya pasti.

Pertanyaan umum

Bagaimana membedakan suara bearing roda dan suara ban?
Goyangkan setir perlahan pada kecepatan tetap. Bila bunyi berubah keras-pelan menurut arah, kemungkinan besar bearing. Bila tidak berubah dan bunyinya ikut berubah saat permukaan jalan berganti, kemungkinan ban.
Apa tanda kopel atau sambungan silang yang rusak?
Bunyi klonk saat memindahkan tuas antara D dan R atau saat mulai menginjak gas, decitan di kecepatan rendah, dan getaran yang terasa di lantai.
Saya sudah ganti ban tapi masih berdengung. Kenapa?
Bila dengung tetap ada setelah ban diganti, bearing roda, rem yang menyeret, atau sistem penggerak menjadi tersangka berikutnya. Perhatikan juga penyebab keausan ban sebelumnya, misalnya peredam kejut yang lemah.
Apakah aman mengemudi dengan bearing roda yang berdengung?
Bunyi bearing menandakan keausan yang akan terus bertambah dan dapat mengganggu kendali. Hindari kecepatan tinggi dan segera periksakan.
Dengung hilang saat saya melepas gas. Apa artinya?
Bila dengung langsung hilang saat mobil meluncur tanpa gas, bunyinya terkait beban penggerak, sehingga gardan atau sistem penggerak lebih mungkin daripada bearing roda atau ban.

Sumber

  1. Wheel Bearing Noise vs Tire Noise - GMB
  2. How to Tell If You Have a Bad Universal Joint - MOOG (DRiV)
  3. Wheel Bearing Noise vs Tire Noise: Find the Hum - Tirega
  4. U-Joint Failure Modes - GMB
  5. Burning Smell From Your Car Engine: 7 Causes Explained - A to Z Auto